Selasa, 02 Juni 2009

Veterinary English Comunity di Kedokteran Hewan UGM, Upaya Penampungan Minat Berbahasa Inggris dan Peningkatan Mutu Berkomunikasi Mahasiswa Kedokteran

Veterinary English Comunity di Kedokteran Hewan UGM, Upaya Penampungan Minat Berbahasa Inggris dan Peningkatan Mutu Berkomunikasi Mahasiswa Kedokteran Hewan di Indonesia

Era globalisasi merupakan suatu yang tidak bisa kita hindarkan seiring berjalanya zaman, termasuk salah satunya adalah negara berkembang seperti Indonesia yang mau tidak mau harus mampu menyamai langkah zaman yang semakin menafikan kehadiran waktu dan jarak ini. Dengan teknologi canggih yang ada saat ini dapat memungkinkan kita berhubungan dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun ketika kita menginginkan. Salah satu point terpenting yang tidak dapat dipisahkan adalah penguasaan bahasa, mau tidak mau kita harus menguasai bahsa untuk mampu berkomunikasi secara global.

Bahasa Inggris seperti yang kita ketahui bersama merupakan bahasa internasional yang telah diakui keberadaanya di mata dunia yang menempati urutan peringkat pertama,karena bahasa Inggris telah dari dulu dipakai oleh sebagian besar masyarkat di dunia sebagai bahasa pokok untuk berkomunikasi. Bung Karno, salah satu proklamator kita bahkan menguasai lima bahasa asing sekaligus. Tampaknya beliau menyadari betul pentingnya memiliki kemampuan berbahasa. Selain digunakan dalam percakapan sehari-hari, kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing, akan membuka lebih banyak lagi peluang bagi kita untuk berkembang di dunia yang semakin tak berjarak ini. Terlebih lagi setelah di syahkan nya RUU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada tahun 2009 yang didalamnya menyebutkan bahwa dokter hewan luar negeri dapat membuka prakteknya di Indonesia dan juga sebaliknya,sehingga dapat membuka peluang kita untuk bersaing, bukan hanya didalam negeri saja melainkan dalam ranah internasional juga.

Oleh karena itu,harus lah seseorang yang terjun dalam dunia kedokteran hewan saat ini mampu menguasai standart kualifikasi dokter hewan internasional.Salah satunya adalah dalam berkomunikasi secara internasional, karena komunikasi merupakan aspek terpenting dalam bermasyarakat. Tapi kenyataannya di lapangan masih banyak pelayan medis veteriner yang belum bisa berkomunikasi secara aktiv dalam dunia bermasyarakat khususnya dalam lingkup internasional, dikarenakan kurangnya pemahaman lulusan penyedia jasa medis kedokteran hewan Indonesia ini dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris, yang seharusnya sudah merjadi bahasa pokok yang wajib dikuasai selain bahasa Indonesia. Hal tersebut merupakan suatu keprihatinan bagi berbagai pihak karna dapat menjadi cerminan betapa kurangnya Sumber Daya Manusia yang dicetak di Indonesia, dalam kurikulum pendidikan tinggi pun bahasa Inggris hanya menjadi kurikulum pelengkap bahkan ada yang sampai menghapuskan kurikulum tersebut. Melihat kondisi yang memperihatinkan tersebut selayaknya semua pihak di kedokteran hewan bukan hanya diam tetapi harus terus bergerak dalam upaya meningkatkan kondisi tersebut dengan berbagai cara yang dapat kita lakukan, mungkin dalam hal yang lebih kecil seperti membaca literatur dalam bahasa inggris atau pun dengan cara lainya, selain pelajar, kalangan mahasiswa merupakan aspek yang paling baik untuk pembenahan secara dini, karena mahasiswa masih dalam proses pembelajaran sebelum menghadapi dunia kerja yang nyata.

Dalam rangka itu Badan Eksekutiv Mahasiswa (BEM FKH UGM) Departemen. Minat dan Bakat bersama dengan KMMV Departement MVSC FKH UGM berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa dan menampung mahasiswa yang ingin bisa untuk berbahasa Inggris secara mudah dan tidak dibebani oleh biaya, melalui program Veterinary English Comunity, dimana komunitas ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiwa untuk dapat saling bertukar informasi dalam pembelajaran berbahasa inggris sehingga dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa dalam hal berkomunikasi dalam bahasa Inggris.Dalam komunitas ini diadakan pertemuan rutin setiap minggunya selama beberapa bulan, yang diisi dengan penambahan materi dasar hingga lanjutan yang disampaikan oleh pengajar berpengalaman yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya UGM, pemberian materi disajikan dalam berbagai bentuk, materi dalam kelas besar, diskusi kecil / tutorial, debat, hingga tahap yang paling akhir adalah pertunjukan seni dalam bahasa inggris yang akan dijadikan tolok ukur seberapa banyak kah pemahaman yang telah didapat oleh mahasiswa selama masa pembelajaran, penilaian pemahaman pembelajaran dilakukan melaui pentas seni ini dilakukan dikarenakan selain dari aspek tertulis terdapat aspek lainya yang juga tak kalah pentingnya, yaitu adalah keberanian mahasiswa dalam berbahasa Inggris karna kebanyakan mahasiswa yang sudah bisa berbahasa Inggris tetapi masih malu untuk mengekspresikanya. Dengan pertunjukan seni ini diharapkan mahasiswa lebih berani untuk tampil dengan menggunakan bahasa Inggris dan kelanjutan bukan hanya sekedar tampil dalam batasan pentas ini tetapi dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk tampil di muka umum dalam cakupan yang lebih luas, baik dalam skala nasional maupun internasional. (Alief, FKH UGM’08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar