Selasa, 23 Juni 2009

GINJAL ANEH PADA SAPI

Learning Objectiv

1. Mengetahui Struktur Anatomi Organa uropoetica
2. Mengetahui Anatomi Komparsi Organa uropoetica Pada Hewan Vertebrata



Pembahasan

A. Struktur Anatomi Organ Uropotoika

Organa uropoetica meliputi ginjal (ren), ureter, vesica urinaria, dan urethra (urethra masculina atau urethra feminina).
1. Ren
Ginjal memiliki karkteristik berbentuk seperti kacang merah dan memiliki dua extremitas, dua batas dan dua permukaan. Extremitas cranial dan caudal dihubungkan dengan batas lateral yang cembung dan batas medial yang lupus. Batas medial dapat diidentiikasi dengan bentukan oval, hillus renalis, yang terbuka ke sinus renalis. Pada hillus renalis terdapat ureter, arteri dan vena renalis, pembuluh limfe, dan syaraf. Pada struktur ini arteri renalis berada paling dorsal, dan vena renalis paling ventral. Syaraf dan pembuluh limfe berada dekat vena (Frandson, 1992).
Kedua ginjal terletak di belakang selaput perut (retroperitoneal) berada di daerah sublumbar, satu di samping dari aorta dan vena cava caudalis. Permukaan dorsal kedua ginjal tidak terlalu cembung dari pada permukaan ventral. Ujung cranial setiap ginjal dibungkus oleh peritoneum pada bagian dorsal dan ventralnya (Miller, 1969).
Sebuah ginjal dengan potongan memanjang memberi gambaran dua daerah yang cukup jelas. Daerah perifer yang beraspek gelap disebut korteks dan yang agak cerah disebut medulla, berbentuk pyramid terbalik. Bagian yang paling lebar atau dasar tersusun tepat dengan tepi dalam korteks dan apeks atau papik mengarah ke pelvis. Tiap bagian medulla yang berbentuk pyramid dengan jaringan korteks yang membentuk tudung pada dasar serta menutup sisinya membentuk lobus yang merupakan unit anatomi ginjal (Sigit, 1980).



2. Ureter
Ureter merupakan saluran muscular yang mengalirkan urine dari pelvis ginjal menuju ke vesica urinaria. Masing-masing ureter bergerak kearah kaudal dan menumpahkan isinya ke vesica urinaria, di dekat bagian leher yang disebut trigone dan terbentuklah suatu katup untuk mencegah arus balik urine ke ginjal ( Frandson, 1992).
Ureter merupakan pipa fibromuscular, yang ramping dan datar yang membawa urine dari ginjal ke vesica urinaria. Ureter dimulai di pelvis renalis, yang menerima urine dari papila renalis. Ureter terletak di dorsal dari pembuluh spermatic interna pada jantan dan arteri-vena utero-ovarian pada betina (Frandson, 1992).

3. Vesika Urinaria
Merupakan organ muscular berongga yang ukuran dan posisinya tergantung pada jumlah urine yang ada di dalamnya. Vesica urinaria yang berkontraksi didalamnya kosong, merupakan struktur yang berdinding tebal berbentuk seperti buah pear yang terletak pada alas pelvis. Jika vesica urinaria terisi, dindingnya menjadi tipis dan bagian terbesar akan terdesak ke arah cranial masuk ke rongga abdominal. Peritonium menutupi bagian cranial dari vesica urinaria tergantung pada tingkat kepenuhanya. Bagian kaudalnya, di tutupi oleh fasia pelvis. Leher blader bersambung dengan uretra dan otot dinding vesica urinaria bagian leher tersusun secara melingkar membentuk suatu sfingter yang mengontrol lewatnya urine masuk ke uretra (Frandson, 1992).
Vesica urinaria terbagi menjadi bagian leher (cervik vesicae) yang berhubungan dengan uretra, fundus vesicae dan corpus vesicae (Sigit, 1980).

4. Urethra
Urethra pelvis terentang mulai dari vesica urinaria sampai ke busur askial. Pada hewan jantan, urethra pelvis menerima masuknya duktus deferens dan duktus yang berasal dari kelenjar kelamin aksesoris. Uretra pelvis dikelilingi oleh otot uretal seran lintang yang berhubungan dengan otot bulbospongiosum yang menyelimuti sebagian dari pars spongiosa di sekitar uretra penil. Sebuah pleksus vena membentuk jaringan kavernosa diantara selaput epitel dan otot sekitarnya. Mengelilingi uretra penile, jaringan kavernosa itu berkembang sempurna dan disebut korpus spongiosum penis. Korpus tersebut bersambungan dengan korpus spongiosus glandis pada bagian cranial dan dengan bulbosa penis pada bagian kaudal bulbus penis yang terletak di antara akar-akar penis, menerima darah dari arteri bulba. Perlekatan akar penis terhadap busur iskial disebut pizzel eye (Frandson,1992).




B. Struktur Histologis Organ Uropoetika
Ginjal / Ren
Pada umumnya jumlah ginjal sepasang (dua buah) yang terdapat di dalam rongga perut, mempunyai bentuk menyerupai kacang buncis dengan hilus renalis yakni tempat masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter, mempunyai permukaan yang rata, kecuali pada sapi ginjalnya berlobus. Selubung ginjal (Ren) disebut kapsula ginjal, tersusun dari campuran jaringan ikat yakni serabut kolagen dan beberapa serabut elastis ( Delmann, 1992).
Struktur histologi ginjal pada berbagai jenis hewan piara tidak sama, sehingga bentuk ginjal dibedakan menjadi:
 Unilober atau unipiramidal : pada kelinci dan kucing mempunyai struktur histologi sama, yakni tidak dijumpai adanya percabangan pada kalik renalis, papila renalis turun ke dalam pelvis renalis, dan duktus papilaris bermuara pada kalik. Pada kuda, domba, kambing, dan anjing terjadi peleburan dari beberapa lobus, sehingga terbentuk papila renalis tunggal yang tersusun longitudinal.
 Multilober atau multipiramidal : bentuk ini dijumpai pada babi, sapi, dan kerbau. Lobus (piramid) dan papila renalis lebih dari satu jelas terlihat ( Delmann, 1992).

Sinus Renalis
Sinus renalis tersusun atas :
1. Pelvis renal, dibentuk oleh kalik mayor dan kalik minor. Pelvis ini merupakan bagian atas ureter yang melebar.
2. Arteri, vena dan nervus.
3. Lemak dengan jumlah sedikit dan tidak dijumpai jaringan konektif ( Delmann, 1992).
Ginjal pada dasarnya dapat dibagi dua daerah, yaitu : Kortek (luar ) dan Medulla (dalam). Kortek meliputi daerah antara dasar malfigi piramid yang juga disebut piramid medula hingga ke daerah kapsula ginjal. Daerah kortek diantara piramid tadi membentuk suatu kolum disebut Kolum Bertini Ginjal. Pada potongan ginjal yang masih segar, daerah kortek terlihat bercak merah yang kecil (petikhie) yang sebenarnya merupakan kumpulan vaskuler khusus yang terpotong, kumpulan ini dinamakan renal korpuskle atau badan malphigi. Kortek ginjal terdiri atas nefron pada bagian glomerulus, tubulus konvulatus proksimalis, tubulus konvulatus distalis. Sedangkan pada daerah medula dijumpai sebagian besar nefron pada bagian loop of Henle’s dan tubulus kolektivus. Setiap ginjal mempunyai satu sampai empat juta filtrasi yang fungsional dengan panjang antara 30-40 mm yang disebut nefron ( Delmann, 1992).


Renal Korpusula
Renal korpuskula terdiri atas berkas kapiler glomeruli dan glomerulus yang dikelilingi oleh kapsula berupa epithel yang berdinding ganda disebut : Kapsula Bowman.
Dinding sebelah dalam disebut lapisan viseral sedangkan yang disebelah luar disebut lapisan pariental, yakni menerima cairan yang akan difiltrasi melalui dinding kapiler. Korpuskula renalis mempunyai katup vaskular dimana darah masuk ke arteriole aferent dan keluar melalui arteriole aferent ( Delmann, 1992).


Tubulus Konvulatus Prokimalis
Struktur ini merupakan segmen berkelok-kelok, yang bagian awal dari tubulus ini panjangnya dapat mencapai 14 mm dengan diameter 57-60 m. Tubulus konvulatus proksimalis biasanya ditemukan pada potongan melintang kortek yang dibatasi oleh epithel selapis kubis atau silindris rendah, dengan banyak dijumpai mikrovilli yang panjangnya bisa mencapai 1,2 m dengan jarak satu dengan yang lainnya 0.03 m. Karakteristik dari tubulus ini ditemukan apa yang disebut Brush Border, dengan lumen yang lebar dan sitoplasma epithel yang jernih ( Delmann, 1992).


Loop of Henle’s
Loop of Henle’s banyak dijumpai di daerah medula dengan diameter bisa mencapai 15 m. Loop of henle’s berbentuk seperti huruf “U” yang mempunyai segmen tebal dan diikuti oleh segmen tipis. Pada bagian desenden mempunyai lumen yang kecil dengan diameter 12 m panjang 1-2 mm, sedangkan bagian asenden mempunyai lumen yang agak besar dengan panjang 9 mm dengan diameter 30 m ( Delmann, 1992).
Epithel dari Loop of Henle’s merupakan peralihan dari epithel silindris rendah / kubus sampai squomus, biasanya pergantian ini terdapat di daerah sub kortikal pada medula, tapi bisa juga terjadi di daerah atas dari Loop of Henle’s ( Delmann, 1992).

Tubulus Konvulatus Distalis
Perbedaan struktur histologi dengan Tubulus Konvulatus proksimalis antara lain : Sel epithelnya besar, mempunyai brush border, lebih asidofil, potongan melintang pada tempat yang sama mempunyai epithel lebih sedikit, Tubulus Konvulatus distalis : Sel epithel lebih kecil dan rendah, tidak mempunyai brush border, kurang asidofil, lebih banyak epithel pada potongan melintang ( Delmann, 1992).
Sepanjang perjalanan pada kortek, tubulus ini mengadakan hubungan dengan katup vaskuler badan ginjal dari nefronnya sendiri yakni dekat dengan anteriole aferent dan eferent. Pada tempat hubungan ini, tubulus distalis mengadakan modifikasi bersama dengan arteriola aferens. Segmen yang mengadakan modifikasi bersama dengan arteriola aferens. Segmen yang mengadakan modifikasi ini pada mikroskop cahaya tampak lebih gelap ini disebabkan dekatnya dengan inti disebut : Makula dense ( Delmann, 1992).


Tubulus kolektivus
Tubulus kolektivus merupakan lanjutan dari nefron bagian tubulus konvulatus distalis dan mengisi sebagian besar daerah medula. Tubulus kolektivus bagian depan mempunyai lumen yang kecil berdiameter sekitar 40 m dengan panjang 20-22 mm. Lumennya dilapisi epithel kubis selapis, sedangkan tubulus kolektivus bagian belakangnya sudah berubah menjadi bentuk silindris dengan diameter 200 m, panjangnya mencapai 30-38 mm ( Delmann, 1992).

Pelvis Renalis
Pada hilus renalis terdapat pelvis renalis yang menampung urin dari papila renalis. Pada ginjal yang multi-piramid urin pertama ditampung oleh kaliks renalis kemudian dari sini baru ke pelvis renalis.Bangun histologinya adalah sebagai berikut : Mukosa memiliki epithel peralihan dengan sel payung, mulai dari kaliks renalis, tebal epithel hanya 2 sampai 3 sel. Dengan mikroskop cahaya tidak tampak adanya membran basal tetapi dengan EM tampak membrana basalis yang sangat tipis. Propria mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar dan pada kuda terdapat kelenjar yang agak mukus
Bentuk kelenjar adalah tubulo-alveolar. Tunika muskularis terdiri atas otot polos, jelas pada kuda, babi dan sapi. Lapis dalam tersusun longitudinal dan lapis luar sirkuler. Pada hewan lain otot relatif sedikit, pada kalises renalis otot relatif sedikit, tetapi pada daerah permulaan ureter membentuk semacam sphinter. Tunika adventitia terdiri dari jaringan ikat longgar dengan banyak sel lemak, pembuluh darah, pembuluh limfe serta saraf ( Delmann, 1992).


Ureter
Ureter adalah saluran tunggal yang menyalurkan urine dari pelvis renalis menuju vesika urinaria (kantong air seni). Mukosa membentuk lipatan memanjang dengan epithel peralihan, lapisan sel lebih tebal dari pelvis renalis. Tunika propria terdiri atas jaringan ikat dimana pada kuda terdapat kelenjar tubulo-alveolar yang bersifat mukous, dengan lumen agak luas. Tunika muskularis tampak lebih tebal dari pelvis renalis, terdiri dari lapis dalam yang longitudinal dan lapis luar sirkuler, sebagian lapis luar ada yang longitudinal khususnya bagian yang paling luar. Dekat permukaan pada vesika urinaria hanya lapis longitudinal yang nampak jelas ( Delmann, 1992).
Tunika adventisia terdiri atas jaringan ikat yang mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf, ganglia sering terdapat didekatnya. Selama urine melalui ureter komposisi pokok tidak berubah, hanya ditambah lendir saja Dinding ureter terdiri atas beberapa lapis, yakni:
1. Tunika mukosa : lapisan dari dalam ke luar sebagai berikut :
 Epithelium transisional : pada kaliks dua sampai empat lapis, pada ureter empat sampai lima lapis, pada vesica urinaria 6-8 lapis.
 Tunika submukosa tidak jelas
 Lamina propria beberapa lapisan
 Luar jaringan ikat padat tanpa papila, mengandung serabut elastis dan sedikit noduli limfatiki kecil, dalam jaringan ikat longgar
 Kedua-dua lapisan ini menyebabkan tunika mukosa ureter dan vesika urinaria dalam keadaan kosong membentuk lipatan membujur.
2. Tunika muskularis : otot polos sangat longgar dan saling dipisahkan oleh jaringan ikat longgar dan anyaman serabut elastis. Otot membentuk tiga lapisan : stratum longitudinale internum, stratum sirkulare dan stratum longitudinale eksternum
3. Tunika adventisia : jaringan ikat longgar ( Delmann, 1992).

Vesica Urinaria
Merupakan kantong penampung urine dari kedua ginjal urine ditampung kemudian dibuang secara periodik. Struktur histologi :
1. Mukosa, memiliki epithel peralihan (transisional) yang terdiri atas lima sampai sepuluh lapis sel pada yang kendor, apabila teregang (penuh urine) lapisan nya menjadi tiga atau empat lapis sel.
2. Propria mukosa terdiri atas jaringan ikat, pembuluh darah, saraf dan jarang terlihat limfonodulus atau kelenjar. Pada sapi tampak otot polos tersusun longitudinal, mirip muskularis mukosa.
3. Sub mukosa terdapat dibawahnya, terdiri atas jaringan ikat yang lebih longgar.
4. Tunika muskularis cukup tebal, tersusun oleh lapisan otot longitudinal dan sirkuler (luar), lapis paling luar sering tersusun secara memanjang, lapisan otot tidak tampak adanya pemisah yang jelas, sehingga sering tampak saling menjalin. Berkas otot polos di daerah trigonum vesike membentuk bangunan melingkar, mengelilingi muara ostium urethrae intertinum. Lingkaran otot itu disebut m.sphinter internus.
5. Lapisan paling luar atau tunika serosa, berupa jaringat ikat longgar (jaringan areoler), sedikit pembuluh darah dan saraf ( Delmann, 1992).

Uretra
Berupa saluran yang menyalurkan urine dari kantong seni keluar tubuh. Pada hewan jantan akan mengikuti penis, sedangkan pada hewan betina mengikuti vestibulum.



C. Anatomi Komparativ Organ Uropotoika Hewan

Dalam Teleostomi yang memiliki ginjal dalam stadium pronephros biasanya tidak memiliki ginjal yang sama pada waktu dewasa dan akan beralih ke mesonephros. Sebagai besar genital glands memiliki hubungan khusus dengan ductus wolffi yang merupakan sebuah saluran kencing, dan juga di Teleostei tidak terdapat mulerian ductus (Macmillan,1987).
Elasmobranchii memiliki pronephros yang lebih lengkap dan lebih awal dari pada subclassnya yang lain , dan mesonephros dibagi menjadi bagian anterior atau genital, yang menerima vasa efferentia dalam laki-laki dari testis dan dengan itu adalah pertama munculnya phylogenetically dari epididymis dan bagian belakang atau ginjal ( Parker, 1987).
Amphibia yang seperti ular-bentuk (Gymnophiona) menunjukkan susunan yang sangat primitif dari tubulus ginjal, masing-masing memiliki nephrostome yang pendek .Anura Dewasa (katak dan kodok) terdapat kantung kemih yang sebenarnya yang pertama terbentuk dari divertikulum dari dinding ventral cloaca, beberapa pendapat menyebutkan bahwa mungkin terdapat bagian tersendiri, dan bahkan terkadang ganda ( Gegenbaur, 1981).
Reptilia yang memiliki tipe ginjal atau metanephros berkembang dan segala pekerjaan eksretorisnya diatur olehnya. Kantung kemih allantolic ditemukan di Lacertilia (lizards) and Chelonia (turtles), dan tidak terdapat pada yang lainya (Macmillan,1987).
Aves seperti juga dengan reptil dalam urinari tetapi terdapat hal yang berbeda, yaitu didalam kelas aves tidak memiliki vesica urinaria, ureters dan vasa deferentia langsung menju ke cloaca. Pada spesies mamalia yang memiliki bentuk ginjal yang sangat khas menyerupai kacang merah dan dalam ginjal memiliki lobus – lobus, dan terkadang sama seperti kebanyakan hewan dewas lainya seperti kerbau, beruang, anjing laut dan paus. Lobulasi terjadi banyak atau bahkan lebih yang terdapat dalam ginjal, dan membuat bagian seperti piramid, bahkan dibeberapa sepesies hewan bergabung dan berakhir pada bagian apikal menjadi sebuah papila. Hal ini terjadi di banyak monyet, carnivores dan tikus ( Gegenbaur, 1981).
Pada spesies monotermata (Ornithorhynchus and Echidna) terdapat kantung kemih allantosis, tetapi ureter langsung bermuara ke cloaca seperti bangsa aves . Di mamalia lain memiliki kadung kemih dan di salurkan ke dalam orificium uretra ( Parker, 1987).

Komparasi antar Mamalia

KUDA
Berat : kanan 700 gram, kiri 680 gram
Ukuran : kanan 15x15x5cm, kiri 17,5x10 sampai 12,5x5cm
Bentuk : kanan menyerupai jantung kartu bridge, kiri menyerupai kacang
Posisi : kanan ventral bagian atas dari rusuk ke 17 dan 18, prosesus tranversus lumbalis ke 1
Kiri : paling dekat dengan bidang median, arah ventral terhadap rusuk ke 18 dan prosesus tranversus lumbalis ke 1 dan 2 (Frandson, 1992).


SAPI
Berat : kanan 700 gram, kiri 30 gram lebih berat
Ukuran : 20-22,5x10 sampai 12,5x6,25cm
Bentuk : Ada lobulasi, kanan elips dengan ujung kranial lebih besar dan bulat. Kiri terpuntir menyerupai buah pear dengan ujung kranial lebih kecil
Posisi : kanan ventral rusuk terakhir dan prosesus tranversus lumbalis ke 2 atau 3 yang pertama. Kiri sebelah kanan bidang median, ventral terhadap vertebra lumbalis 3-5 (Frandson, 1992).

DOMBA
Berat : 90-150gram
Ukuran : 7,5x5x2,5 cm
Bentuk : menyerupai kacang dan halus
Posisi : kanan ventral prosesus tranversus lumbalis 3 yang pertama. Kiri sebelah kanan bidang median, arah ventral lumbalis ke 3-5 (Frandson, 1992).

BABI
Berat : 235 gram
Ukuran : 12,5x6,25x2,5cm
Bentuk : menyerupai kacang, pipih dan halus
Posisi : simetris ventral prosesus tranversus lumbalis 4 yang pertama. Tidak ada kontak dengan hati (Frandson, 1992).

ANJING
Berat : 57 gram(tergantung bangsa)
Ukuran : 5x2,5x2,5cm
Bentuk : kacang dan relatif besar. Warna lebih gelap, bentuk tidak seperti pada domba yang sangat menyerupai biji kacang.
Posisi : kanan ventral prosesus tranversus lumbalis 3 Yang pertama. Kiri: ventral terhadap prosesus tranversus lumbalis ke 2,3 dan 4 (Frandson, 1992).

KUCING
Berat : kanan 7-15gram
Ukuran : 2,5x1,8cm
Bentuk : globular yang tidak teratur dengan 3/4 vena superfisial menuju ke hilus dan menghasilkan kerutan-kerutan. Lebih pucat daripada anjing (merah kuning)
Posisi : kanan seperti anjing. Kiri seperti pada anjing tetapi dengan variasi posisi yang lebih sedikit (Frandson, 1992).



DAFTAR PUSTAKA

Dellmann, Brown. 1992. Buku Teks Histologi Veteriner II. UI Press: Jakarta.

Frandson R.D. 2003. Anatomy and Physiology of Farm Animals 6th ed. Lippincott Williams & Wilkins: Philadelphia.

Gegenbaur.1981. Vergleich Anatomi der Wirbeltiere . Leipzig : Deutschland

Getty. R. 1975. The Anatomy of the Domestic Animals, 5th edition. Philadelphia, W.B. Saunders Company.

Macmillan. 1987. Text Box of Zoology. London : English

Miller, Malcolm. 1969. Anatomy of The Dog. W.B Saunders Company: Philadelphia.

Parker, W. N. 1987. Wiedersheim's Comparative Anatomi of Vertebrates. London

Sigit, Koeswirnarning. 1980. Anatomi Veteriner II. Bogor. Lab anatomi Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.

Soewarsono. R.1970. Anatomia Comparativa. Fakultas Biologi : Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.